Peringkat Utang

Minggu ini Indonesia gembira. Pejabat-pejabat Pemerintahan maupun dunia usaha banyak senyum. Juga bu Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati di Washington menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian Indonesia. Pasalnya Fitch, sebuah Lembaga Pemeringkat Utang telah menaikkan rating Indonesia baik untuk foreign currency (short term) maupun local currency (long term) dari BB+ (dikeluarkan pada 24 Februari 2011) menjadi BBB- (15 Desember 2011). Posisi outlook Indonesia naik grade dari positif menjadi stabil. Rating foreign currency BBB- ini pernah dicapai Indonesia pada tahun 1997.

Di dunia ini banyak lembaga pemeringkat utang. Sebut saja selain Fitch Ratings (USA), ada Standard & Poor’s (S&P) dari USA dan Moody’s (USA). Selain itu ada juga Dun & Bradstreet (USA), Baycorp Advantage (Australia). Di Indonesia ada Pemeringkat Efek Indonesia (Indonesia).

Lembaga pemeringkat memberikan rating dengan kode huruf besar. Untuk peringkat kredit jangka panjang, Fitch’s memakai peringkat berdasarkan skala mulai dari “AAA” hingga “D”. dalam hal perusahaan AAA menunjukkan bahwa perusahaan tersebut berkualitas terbaik, layak dan stabil. Sementara untuk BBB menyatakan bahwa perusahaan kelas menengah, dimana saat ini dalam kondisi memuaskan.

Lain lagi dengan di Eropa. Baru saja terjadi perang mulut antara Inggris dan perancis mengenai masalah pemeringkatan utang ini. Perdana  Menteri Perancis Fillon mengomentari bahwa Inggris yang utangnya lebih banyak dari Perancis tidak disorot oleh lembaga pemeringkat utang. Ramai-ramai pejabat Perancis jengkel mengenai hal ini. Inggris tetap memiliki peringkat AAA yang artinya aman dari segala risiko dengan prospek ke depan negatif.

Sebagai cerita tambahan, pada saat kuliah di Inggris, ketika ada presentasi mengenai Uni Eropa, mahasiswa dari Jerman menggambarkan ilustrasi dengan gambar ada sekelompok orang yang naik kereta api bersama-sama sementara satu orang (Inggris) yang tidak mau naik kereta bersama tersebut. Rupanya sekarang Uni Eropa mengalami kesulitan yang dalam…(Hus/18 Desember 2011)

Sumber:

Kompas, Minggu, 18 Desember 2011.

http://id.wikipedia.org/wiki/Fitch_Ratings (akses 18 Desember 2011, jam 08.00)

http://www.fitchratings.com (akses 18 Desember 2011, jam 08.15)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kemampuan Menulis Mahasiswa

Kemarin saya diundang untuk memberi sambutan workshop karya tulis mahasiswa yang diadakan oleh Unik Kegiatan Mahasiswa IM Telkom The Search. Bagus. Ide berasal dari mahasiswa dan dilaksanakan oleh mahasiswa. Pembicaranya dari dosen bahasa Indonesia dan seorang alumni Politeknik yang berprestasi.

Memang seorang mahasiswa harus dapat menunjukkan kemampuannya dalam berkomunikasi lisan dan tulisan. Harus ada program pengembangan yang focus sebagai pelengkap kuliah yang diterima mahasiswa di kelas. Jika mahasiswa telah memiliki kemampuan menulis sejak dibangku kuliah maka mudah-mudahan kegiatan komunikasi dan pengembangan ilmu dan teknologi mereka sudah berlangsung sejak dini. Jika sudah menjadi sarjana, turut memberikan kontribusi dalam mengembangkan produktifitas ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia. Tidak saja demikian, bahkan sewaktu menjadi mahasiswa, sudah mulai menjadi produsen ilmu bersama-sama dosen dalam kelompok bidang keahlian yang ada.

Jika dilihat dalam borang akreditasi program studi, partisipasi mahasiswa dalam kegiatan penelitian dosen turut diperhitungkan. Jadi secara regulasi, Pemerintah sudah melihat pentingnya pembinaan mahasiswa dalam komunitas ilmiah. Jika Indonesia disandingkan dengan Negara-negara ASEAN dalam hal produksi ilmu pengetahuan, maka posisinya masih dibawah, termasuk sudah kalah dari Vietnam. Artinya komunitas ilmiah di Indonesia masih perlu dikembangkan terus secara konsisten dan dengan kerja keras, termasuk PR link and match dengan industry yang masih belum memperlihatkan kemajuan signifikan….(Hus/18 Desember 2011/Minggu pagi)

 

Posted in Uncategorized | 4 Comments

Pariwisata Nasional: Kontribusi Terhadap PDB Masih Rendah

Pada tanggal 14 Desember 2011 lalu telah diadakan Seminar Nasional  “Mencetak Sejuta Lapangan Kerja dan Wirausahawan Baru” di Departemen Perindustrian Jakarta, diadakan oleh KADIN Indonesia. Seminar ini sangat kaya dengan informasi perkembangan terakhir berbagai bidang, ditopang oleh informasi penting dari 3 Menteri yaitu Menko Perekonomian Ir.M. Hatta Radjasa, Menteri  Pertanian Dr.Ir. Suswono MMA, dan Menteri Perindustrian Mohamad S. Hidayat.

Saya akan mencuplik sedikit bidang pariwisata.

Ingin tahu seberapa besar sumbangsih sector pariwisata kita terhadap Produk Domestik Bruto?. Jawabannya masih malu-malu ya, belum tinggi amat yaitu pada tahun 2010 lalu masih sekitar 4 persenan atau hampir lima persen saja. Angka 4 persean itu belum bergerak sejak 2007. Sesungguhnya kalau lebih serius masih dapat digenjot lagi atau dalam bahasa yang lebih sopan “potensi pengembangan tinggi”.

Mengapa koq belum dapat meningkat ya?. Melalui 9 pilar pengembangan kepariwisataan nasional tersirat PRnya masih banyak sekali. Antara lain masalah keamanan,investasi di berbagai bidang pendukung (seperti jalan, lapangan terbang, air, listrik), SDM, pengembangan destinasi, manajemen kepariwisataan. Masih banyak lagi yang lainnya…

Bagaimana kalau disandingkan dengan negeri tetangga kita?. Masih nomor buncit. Yang paling tinggi Malaysia hampir 16 persen, diikuti Thailand hampir 15 persen. Filipina juga tinggi sekitar 11,5 persen. Singapura dibawah 10 persen yaitu hampir 8 persen. Itulah seriusnya negara-negara di dekat kita.

Dalam hal penyerapan tenaga kerja?. Kita masuk 10 besar, lumayan. Gambarannya adalah Cina sekitar 65 juta, India 24 juta, Amerika Serikat hampir 17 juta, Jepang sekitar 7 juta. Indonesia sekitar 7 juta…Siapa takut? Mari kita kembangkan pariwisata nasional….(hus/16 Desember 2011)

Sumber: Riyanto Sofyan BSEE, MBA (2011), Potensi Penciptaan Kesempatan Kerja dan Usaha dalam Industri Pariwisata Nasional, Jakarta

 

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Kepemimpinan Kualitas

Masalah kualitas telah menjadi perhatian sejak lama dalam berbagai bidang termasuk bagi mahasiswa maupun dosen di perguruan tinggi. Kemarin di IM Telkom Geger Kalong ada 3 acara yang berkaitan dengan kualitas yaitu Latihan Kepemimpinan Mahasiswa, Workshop Karya Tulis bagi mahasiswa dan Workshop Proses Belajar Mengajar untuk para dosen.

Sebuah institusi unggul karena kualitasnya yang baik. Bisa karena kualitas SDMnya sehingga pelayanannya menjadi unggul, dapat juga hasil-hasil penelitiannya yang banyak sehingga dihasilkan paten-paten yang produktif. Demikian juga bagi mahasiswa, antara lain mereka harus memiliki kemampuan memimpin maupun kemampuan untuk berkomunikasi lisan maupun tulisan. Sebagai calon sarjana yang harus memiliki ilmu pengetahuan dan ketrampilan berpikir maupun mengemukakan berbagai ide-ide kreatif dan inovatif maka selayaknyalah mereka harus selalu ditempa dengan berbagai  kegiatan yang memberikan value bagi diri pribadi mereka.

Jika dilihat dari visi IM Telkom yaitu “Menjadi Lembaga Pendidikan Tinggi dan Penelitian dalam bidang bisnis dan manajemen konvergensi yang unggul pada tahun 2021” maka berbagai kegiatan harus diarahkan pada pencapaian misi tersebut. Apalagi bila dilihat lebih tajam lagi atas misi pertama yaitu “Menyiapkan mahasiswa untuk menjadi pemimpin Asia masa depan” maka jelas dan tegas pentingnya program-program proaktif untuk menjalankan misi tersebut.

Mengapa Asia?. Dewasa ini kita sedang menyaksikan bangunnya Asia  ditengah krisis yang dihadapi oleh Eropa dan Amerika Serikat. Ekonomi Negara-negara Asia seperti Cina, India dan Indonesia berkembang baik dan konsisten. Sementara Negara-negara Eropa dan Amerika masih berjuang melakukan berbagai usaha untuk keluar dari krisis hutang yang berat itu. Berbagai pertemuan diantara Negara-negara Eropa ternyata belum juga membuahkan kata sepakat yang ditunggu oleh banyak Negara-negara di dunia. Keadaan demikian membuah lembaga pemeringkat investasi telah menurunkan investment gradenya. Sementara saat inin Indonesia telah dinaikkan gradenya lebih cepat dari perkiraan semula yaitu sekitar pertengahan 2012. Jadi dalam hal ini IM Telkom perlu mengantisipasi perkembangan tersebut yaitu berkembangnya Asia. Kita perlu menjadi pemain aktif di negeri sendiri maupun di negeri orang lain. Sudah saat ini kita yakin sekali akan kemampuan SDM nasional. Asal dengan persiapan serius dan sistematis…..(hus/18 Desember 2011/Minggu pagi)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Internasionalisasi Pendidikan Tinggi

Pada tanggal 8 Desember 2011 lalu di Jakarta, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Wilayah III Jakarta (APTISI) telah diadakan seminar nasional “Menyikapi Rancangan Undang-Undang Tentang Pendidikan Tinggi”. Banyak masukan maupun kritik atas RUU ini, terutama dikaitkan dengan perlunya menegaskan pengakuan peran PTS yang perlu diatur secara lebih proporsional. Contohnya dalam masalah pendanaan dan pembiayaan.

Draft RUU yang diterima oleh peserta adalah draft versi 27 September 2011. Sementara itu sudah ada draft paling akhir yaitu versi 7 Desember 2011 yang belum diterima peserta seminar tersebut. Dalam kesempatan ini saya melihat ada sesuatu yang baru yaitu dalam bagian ketujuh pasal 31, 32 dan 33. Secara singkat dapat disampaikan bahwa kebijakan internasionalisasi pendidikan tinggi paling sedikit memuat pembentukan masyarakat intelektual yang mandiri, pemberian wawasan pada mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat internasional dan pemajuan nilai-nilai dn budaya bangsa Indonesia dalam pergaulan internasional.

Bagaimana pelaksanaan internasionalisasi pendidikan itu?. Adapun pelaksanaannya melalui kegiatan penyelenggaraan pembelajaran yang bertaraf internasional, kerja sama internasional antara lembaga penyelenggara pendidikan tinggi di Indonesia dan lembaga penyelenggara pendidikan tinggi negara lain; dan penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh lembaga penyelenggara pendidikan tinggi negara lain.

Kemudian dalam pasal 91 dinyatakan bahwa kerjas sama internasional bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Masih dalam pasal yang sama dinyatakan pula bahwa PT dapat melaksanakan kerja sama internasional dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia atau membuka perguruan tinggi di negara lain.

Jika diamati semangatnya, dengan makin kuatnya trend globalisasi tentu saja PT kita juga harus dapat masuk ke dalam pergaulan internasional. Mau tidak mau sudah dapat dilihat bahwa demikian besar pengaruh maupun desakan berbagai Negara kepada kehidupan kita di Indonesia. Contohnya dalam bidang teknologi ICT yang sudah berlangsung sejak lama mempengaruhi kehidupan dan gaya hidup kita termasuk generasi muda. Demikian pula dengan berbagai perusahaan manufaktur ICT dari berbagai negara yang mendominasi pasar ICT dalam negeri.

Bagaimana supaya PT kita dapat masuk ke dalam pergaulan internasional tersebut ?. Tadi sudah disebutkan dalam RUU yaitu mutu PT. Ini sesuatu yang mutlak. Dalam RUU ini dibahas dalam pasal 34 – 39. Cukup banyak. Jadi paradigma berfikir dan bertindak PT maupun Badan Penyelenggara haruslah diarahkan kepada mutu secara terus menerus. Ini perjuangan panjang. Perlu kerja detil. Ada pihak yang terus menerus fokus dalam program mutu.

Masalah mutu dan produktifitas sudah terlihat jelas dan tegas. Coba saja sandingkan prestasi PT Indonesia dengan PT di negara-negara ASEAN, khususnya dalam produksi ilmu pengetahuan. Performansinya masih rendah, kira-kira dari sekitar 12 negara-negara ASEAN, Indonesia termasuk nomor buncit. Itulah sebuah realitas yang mengirimkan pesan (message) kuat kepada setiap ilmuwan di PT dalam negeri untuk secara signifikan mengembangkan komunitas ilmiah…………..(hus/minggu pagi/11 November 2011)

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

State Owned Companies:Work Culture Transformation

Work culture transformation is interesting matter for discussion in the class room. But to implement this transformation is another story. It will go for years to reach a good result. several factors may influence the transformation such as high commitment from top management, resource allocation, communication across the company, employees participation and still many other items.

One experience showed that sending the employees to the class room is good start. It will open up and extending their thinking. For example business education program  is one program can be followed. Then after the employees finish their education program, the company must also follow up with other program to demonstrate their talent in the field.

On the other side, recruitment outside executives are also good to accelerate the work culture transformation. Even this initiative will much depend on office political situation, but if the company has a challenge business target, hopefully all the management team will focus their interest and energy to fullfill this task. (Hus/Sunday Morning/10 December 2011)

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Thomas Cook pun Bangkrut

Nama besar Thomas Cook, sebuah perusahaan biro perjalanan Inggris akhirnya tersungkur krisis utang Eropa. Pertama kali tahu nama tersebut, saat turun di Bandara Heathrow Inggris dalam rangka studi. Segera saja terlihat nama Thomas Cook di salah satu pojok untuk menukar uang. Kemudian saya banyak menggunakan jasanya menukar uang di London bila melakukan tugas-tugas kantor.

Mengapa terjadi kesulitan demikian?. Para keluarga di Inggris yang biasanya banyak melakukan perjalanan, pada masa sekarang ini sangat membatasi kegiatan wisata mereka demi untuk survive. Lagi, rupanya banyak tujuan-tujuan wisata favorit yang mengalami masalah politik seperti Mesir, Maroko dan Tunisia. Maka lengkaplah sudah kesulitan yang dihadapi Thomas Cook ini.

Bayangkan dalam tempo tidak sampai satu tahun, harga sahamnya anjlok lebih dari 90 persen. Saat ini perusahaan tersebut sedang melakukan turn around. Salah satu akibatnya akan terjadi phk masal sekitar seribu pegawainya. Ini jumlah yang besar dan pahit rasanya, apalagi dalam masa-masa sulit sekarang ini. Memang Eropa tidak seperti dahulu lagi yang nyaman dan makmur…..itu nampaknya sedang pindah ke Asia Pasifik, walau masih dengan tantangan….(hus/29 Nov 2011)

Posted in Uncategorized | 4 Comments

Bahasa Inggris

Menguasai bahasa global, dalam hal ini bahasa Inggris sangatlah penting. Apalagi dalam rangka pegaulan internasional. Seperti ketemu peserta internasional dalam seminar maupun  conference atau berkunjung ke suatu negara. Di Indonesia, hal ini terasa makin penting mengingat perkembangan kegiatan bisnis, pendidikan maupun pemerintahan yang makin banyak bernuansa internasional.

Bila salah satu pihak tidak bisa berbahasa Inggris maka komunikasi tidak berjalan baik. Contohnya pada saat kunjungan ke Istanbul pada bulan Ramadhan lalu, kebetulan saya minta antar dari hotel. Ada dua orang yang mengantar. Salah satunya masih muda sekali dan bilang “ we don’t speak English”. Saya bengong juga, dia ucapkan itu cukup lancar. Nampaknya itu kata-kata yang dia lafalkan bila ditanya dalam bahasa Inggris. Kejadian lain, sewaktu di Arab Saudi. Saat melakukan ibadah haji atau umrah, sulit juga jika ketemu petugas-petugas tertentu di bandara maupun di penginapan. Mereka tidak berbahasa Inggris. Biasanya nyerocos terus dengan bahasa mereka. Saya pikir memang perlu juga memahami bahasa Arab. Rupanya betul juga pikiran saya itu. Saat menunggu sholat di depan Ka’bah, rupanya seorang jamaah disamping saya berasal dari Mesir. Kamipun bercakap-cakap sebentar. Lantas dia bilang, anda bisa bahasa Arab?. Dengan nada tersipu saya bilang belum,masih belajar.

Memang bahasa itu harus dipraktekkan terus. Sejak masa SMP hingga SMA dulu, saya sering ketemu dengan berbagai bangsa di Sungai Gerong, Palembang. Dulunya adalah bagian dari PT Stanvac, sebuah perusahaan minyak dari Amerika Serikat. Tentu saja disitu banyak berbagai kapal-kapal ukuran sedang maupun besar dari seluruh dunia yang bersandar untuk mengirim maupun mengambil minyak. Biasanya dalam kesempatan sore hari mereka, para awak kapal  banyak yang turun. Di pinggir Sungai Musi tersebut ada lapangan sepak bola dan volley yang bagus. Juga ada lapangan tenisnya. Nah itu tempat ketemu para awak kapal, biasa disebut “wong kapal”. Biasanya dalam kesempatan olahraga waktu di SMP dan SMA, saya banyak ketemu mereka. Lumayan juga bisa latihan bahasa Inggris. Wong kapal itu berasal dari berbagai Negara, seperti Inggris, Amerika Serikat, India, Afrika Selatan, Singapura dan lain-lain.

Pada saat menerima beasiswa Cheevening Award dari The British Council, saya sempat mengikuti persiapan selama 3 bulan di Jakarta. Lumayan juga, dengan berbagai teknik training bahasa yang dikembangkan British Council, banyak menambah kemampuan berbahasa Inggris. Kemudian pada saat akan pergi ke London, peserta beasiswa dibekali berbagai informasi. saya masih ingat dalam booklet itu ditulis, sekarang saudara harus banyak membaca sendiri segala sesuatunya sendiri. Jangan tanya hal yang tidak perlu kepada orang lain. Usaha sendiri dulu cari informasi. Ini akan membantu anda belajar di Inggris. Begitu kira-kira nasihat yang saya dapat.

Lantas, saya berusaha memahami, langkah apa saja yang perlu saya lakukan pada saat turun dari pesawat di Heathrow nanti. Maklum tidak ada yang menjemput. Di dalam booklet itu tertulis cukup detil apa yang harus dilakukan. Beberapa diantaranya tertulis, lihat sign board “British Council” di seberang….kemudian nanti ambil kereta bawah tanah….pada stasiun….turun, dan ambil kereta menuju London. Pusing juga dibuatnya membayangkan hal yang kita belum pernah kesana.

Akhirnya ketika sampai di Heatrow, saya ketemu petugas yang besar tinggi, keturunan Afrika, berbaju warna pink tua. Karena masih bingung, saya tanya dengan suara dibesar-besarkan, “how can I go to London from here?.”. Dengan sigap si petugas mengambil kertas dan menjelaskan. Tentu saja dengan lancar dan panjang lebar. Saya bengong saja…, mungkin hanya 10 persen saja yang saya mengerti, itupun dengan pengertian yang putus-putus. Kesimpulannya alias nggak ngerti. Maklum, bahasa Inggrisnya gaya London…

Untung juga waktu itu, sebelum masuk kuliah masih ada satu bulan masa orientasi termasuk bahasa Inggris dengan peserta dari 50 negara. Kami diajari juga bahasa-bahasa gaya lokal oleh dosen-dosen di Universitas. Akhirnya tiap kelompok harus melakukan eksibisi berupa project. Saya dalam satu grup dengan dua mahasiswa dari Korea Selatan. Yang tanya-tanya adalah para dosen dari berbagai jurusan tentu saja maupun dari para mahasiswa.

Akhirnya setelah masa studi berakhir setahun kemudian, waktu itu ada sedikit masalah dengan asrama universitas karena harus keluar dan menyewa lagi sendiri selama  sebulan. Lantas dengan nada kesal, saya dan rekan saya marah-marah kepada petugas Universitas. Rupanya dia maklum dengan keluhan tersebut…nah dengan nada canda saya bilang kepada rekan saya, kalau sudah bisa marah dalam bahasa Inggris, lumayan…..(hus/29 Nov 2011)

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kunjungan ke Massey University

Kampus Massey Univ Albany

Massey University memiliki 3 lokasi kampus yaitu , Auckland, wellington, dan  Palmerston dengan total mahasiswa sekitar 36 ribu orang. Saya sempat mengunjungi kampus di Auckland yang terletak di utara, persisnya di Albany. PT ini berada disekitar berbagai macam industri.

Massey memiliki 5 college yaitu Business, Creative Arts, Education, Humanities and Social Sciences, Sciences. Dengan memperhatikan IM Telkom, ada baiknya juga menyebutkan apa yang ada dalam College of Business yaitu School of Accountancy, School of Aviation, School of Communication Journalism and Marketing, School of Economics and Finance, School of Management, Executive Education, dan Massey MBA. Kemudian dibawah College of Creative Arts ada  School of Design, School of Fine Arts serta School of Visual and Material Culture.

Penelitian di Massey sangat maju, antara lain terbukti dengan jumlah mahasiswa PhD yang besarnya 1000 mahasiswa. Juga selain itu ada hamper 50 research center.

Buku-Buku Karya Dosen di Perpustakaan

Berdasarkan pengamatan sekilas, nampaknya governance di Massey bagus. Anda bisa lihat hasil-hasil pembahasan University Councilnya yang mengawasi jalannya universitas di web walaupun tidak semuanya diungkap berdasarkan aturan disclosure universitas. Anggotanya adalah para dosen, mahasiswa dan public.

Ketika tiba di dekat komplek universitas, memang bangunan-bangunannya unik. Yang paling menonjol adalah atap genteng berwarna kemerahan. Jalan masuknya luas, terlihat jelas dari jalan raya utama. Beberapa kantor seperti untuk research centernya ada dirumah-rumah yang apik dengan taman yang antara lain dipenuhi oleh bunga-bunga rose yang beraneka warna….. (hus/24 November 2011)

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Chicago: Cloud Gate sculpture

Di dekat Millenium Park ada juga objek lainnya yang tidak kalah menarik yaitu disebut Cloud Gate Sculpture  (CGS). Letaknya di AT&T Plaza. Penduduk Chicago menyebutnya The Bean. Memang bentuknya seperti kacang yang berfungsi seperti kaca raksasa. Tapi refleksinya sangat unik, tidak seperti refleksi kaca umumnya.

CGS merupakan karya artis terkenal Anish Kapoor, terdiri dari 168 plat stainless steel yang dilas. Beratnya lebih sedikit dari 100 ton dan menghabiskan duit dari swasta sebesar sekitar US$23 juta. Tingginya hampir 4 meter. CGS selesai dibangun tahun 5 tahun lalu yaitu 2006.

CGS merupakan reflective steel sculpture yang diinspirasi oleh mercury likuid. Kelihatannya  seperti kaca sehingga  pengunjung dapat melihat dirinya, bangunan2 disekitarnya maupun langit. Pengunjung dapat berjalan dibawahnya sambil mengambil foto-foto diri mereka….(hus/25 November 2011)

Posted in Uncategorized | 4 Comments